Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah analis mengungkap bahwa harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI masih tergolong murah. Apalagi jika mengacu kinerja BNI terakhir, peluang saham BBNI untuk terus menguat akan terbuka lebar.

Seperti diketahui, hingga perdagangan Kamis (28/3) kemarin, harga saham BBNI berada di level Rp 5,900.

“BNI masih bagus, valuasi juga oke,” ungkap Head of Research Panin Sekuritas Nico Laurens kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (28/3/2024).

Untuk diketahui, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,9 triliun di sepanjang 2023. Jumlah tersebut melesat 14,2% dibandingkan 2022 senilai Rp 18,3 triliun.

Riset Panin Sekuritas menyebutkan performa positif BNI di tahun lalu didorong oleh performa positif fee based income, membaiknya cost to income ratio, serta perbaikan kualitas aset. Hal ini translasi terhadap peningkatan Return on average equity (ROAE) serta risk adjusted NIM. Perseroan memperkirakan kredit akan tumbuh di level CAGR +11% (2023-2028) yang akan didorong oleh segmen consumer dan korporasi.

Penguatan kinerja BNI pun akan terbuka lebar di 2024 seiring aksi korporasi yang dilakukan perseroan dengan melakukan penerbitan surat utang senior dalam denominasi Dolar Amerika Serikat senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,94 triliun (kurs Rp15.892,85).

Dengan penerbitan ini perseroan bisa mendiversifikasi sumber pendanaan dan ekspansi kredit dalam mata uang asing. “Kami masih merekomendasikan beli dengan target price Rp 6.200 (implied PB 1,1x di 2024),” jelas Nico.

Hal serupa juga disampaikan Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani. Menurutnya sektor perbankan menjadi salah satu favorit picks untuk investor tahun ini, seiring dengan ekspektasi pertumbuhan kredit yang cukup tinggi di tahun 2024.

Oleh karena itu dengan kondisi fundamental yang kuat, dia menilai emiten perbankan seperti BNI berada dalam posisi kondusif untuk memanfaatkan momentum dari putaran kredit.

Sehingga Arjun pun merekomendasikan buy untuk saham BBNI dengan target price di Rp 6.250.

“BBNI sangat menarik karena dibandingkan emiten sektor perbankan secara rata-rata PBV BBNI undervalued dan kalau dibandingkan PBV IHSG juga undervalued,” jelas Arjun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Bos BNI Buka-Bukaan akan Lakukan Ini Tahun Depan


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *