Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten klub bola milik Pieter Tanuri PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau Bali United mengalami penurunan laba bersih sebanyak 542%, padahal pendapatannya naik sebesar 2,9% selama 2023.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru, rugi yang dapat diatribusikan ke klub Bali United ini per Desember 2023 tercatat sebesar Rp3,71 miliar. Sementara di tahun 2022, perseroan membukukan laba sebesar Rp16,4 miliar

Dari sisi top line, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp363,34 miliar atau naik 2,9% dari tahun lalu sebesar Rp353,13 miliar. Sedangkan beban operasi ikut terkerek menjadi Rp437,91 miliar dari sebelumnya Rp327,51 miliar.

Pendapatan ini ditopang oleh live video streaming dan rekaman video sebesar Rp111,44 miliar dan event dan promosi Rp87,36 miliar. Sementara pendapatan dari manajemen klub seperti komersial, kontribusi dan pertandingan hanya berkisar Rp88 miliar.

Sementara itu, BOLA banyak dibebankan dengan pembayaran renumerasi pemain dan ofisial sebesar Rp64,74 miliar dan gaji dan tunjangan sebesar Rp55,25 miliar.

Per Desember 2023, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp811,09 miliar. Aset ini terdiri dari aset lancar Rp552,55 miliar dan tidak lancar Rp258,54 miliar.

Sementara posisi liabilitas BOLA sebesar Rp83,9. Adapun ekuitasnya tercatat sebesar Rp727,2 miliar di tahun 2023.

 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Masih Menanjak, IHSG Bisa Tutup Tahun 2023 di 7.300-an?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *