Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed berencana menurunkan tingkat suku bunga sebesar 75 bps di tahun 2024 ini.

“likuiditas diperkirakan juga akan lebih baik seiring rencana The Fed mengurangi laju kebijakan itu, diikuti ECB dan Bank of England yang isyaratkan menurunkan suku bunga 2024,” ujar Mahendra Siregar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Selasa (2/4/2024).

Hal ini dikatakan sebagai langkah normalisasi, dan juga akan dilakukan oleh Bank of Japan yang meninggalkan era suku bunga negatif dan menaikkan suku bunga sebesar 10 bps pertama kali dalam 8 tahun terakhir.

Sementara di Tiongkok rilis beberapa kinerja ekonomi seperti penjualan retail, dan kenaikan impor serta tingkat inflasi di atas ekspektasi pasar.

Sedangkan dari sisi domestik, perekonomian Indonesia dan inflasi mengalami peningkatan seiring kenaikan harga pangan. Namun inflasi inti terjaga stabil yang mengindikasikan pemulihan domestik.

“Terlihat peningkatan impor barang konsumsi cukup signifikan pada Februari 2024. Sementara itu kinerja sektor manufaktur terus membaik namun demikian perlu terus dicermati peningkatan permintaan barang konsumsi tidak terus berujung kepada penurunan surplus neraca perdagangan seiring berlanjutnya kontraksi ekspor,” tutup Mahendra.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


OJK Ingatkan Hantu yang Bayangi Investasi Industri Asuransi


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *