Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar merasa beruntung karena baru saja menerbitkan obligasi global atau global bond di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

“Kami beruntung karena sudah baru saja menerbitkan global bond,” katanya  saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (16/4/2024).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BNI menerbitkan surat utang senior dalam denominasi Dolar Amerika Serikat senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp7,94 triliun (kurs Rp15.892,85).

Penerbitan global bond sebagai diversifikasi dan mendukung langkah strategis BNI untuk tumbuh dalam mata uang rupiah dan valas. Untuk itu sumber pembiayaan tidak hanya bergantung global bond, namun memperkuat funding dari sisi dana murah atau current account savings account (CASA).

Rencana penerbitan mendapat respon positif dari investor global. Hal ini ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,4 kali dari rencana nilai yang diterbitkan saat Initial Pricing Guidance (IPG).

Sementara itu, terkait pelemahan rupiah, BNI secara rutin melakukan stress test terhadap pergerakan nilai tukar dan suku bunga acuan. Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini juga masih aman untuk bank pelat merah itu. Namun, BNI bakal membatasi penyaluran kredit berbasis valas.

“Pelemahan rupiah saat ini masih level yang aman buat BNI. Untuk sementara kami akan batasi ekspansi kredit dalam valas,” ujar Royke

ADapun melansir dari Refinitiv, rupiah pada pembukaan perdagangan terpantau anjlok 1,23% ke angka Rp16.035/US$ dan dalam kurun waktu 30 menit, rupiah kembali ambles 2,27% ke level psikologis Rp16.200/US$.

Posisi tersebut merupakan yang terlemah sejak April 2020 atau di saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Depresiasi rupiah yang lebih dari 2% ini cukup jarang terjadi bahkan secara rata-rata, pergerakan rupiah selama satu tahun terakhir hanya sebesar 0,02%.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Diversifikasi Sumber Pendanaan, BNI Terbitkan Global Bond US$ 500 Juta


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *