Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca keputusan Bank Indonesia (BI) serta proyeksi ekonomi AS yang makin kuat di tahun ini.

Dilansir dari Refinitiv pada pukul 09:19 WIB hari ini (25/4/2024), rupiah melemah 0,34% ke level Rp16.205/US$. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan pembukaan yang berada di angka Rp16.180/US$.

Sementara indeks dolar AS (DXY) tercatat turun tipis 0,08% ke angka 105,77.


Pelemahan rupiah ini terjadi setelah BI menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) ke level 6,25% dengan Deposit Facility naik ke posisi 5,50% dan Lending Facility sebesar 7%.

Kenaikan BI rate kali ini menjadi yang pertama kali sejak BI menahan suku bunga selama lima bulan beruntun.

Selain itu, posisi BI rate saat ini juga merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Kenaikan ini juga berbeda dengan hasil polling yang dihimpun oleh CNBC Indonesia Research dari 14 institusi yang menunjukkan sembilan di antaranya memproyeksi bahwa BI masih akan menahan suku bunga. Dari 14 institusi, hanya lima yang memperkirakan BI menaikkan suku bunga.

Kuatnya ekonomi AS menjadi salah satu alasan investor cenderung berinvestasi dalam basis US$. 

International Monetary Fund (IMF) dalam laporan terakhirnya April 2024 memprediksi AS akan mengalami pertumbuhan PDB sebesar 2,7% pada tahun ini atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni 2,5%.

Hal ini semakin memperkuat alasan bank sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat tidak akan memangkas suku bunganya yang pada akhirnya semakin menekan mata uang Garuda.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Investor Siap-siap Tunggu Data BI, Rupiah Relatif Stabil


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *