Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini bicara soal perkembangan terbaru terkait isu merger antara XL Axiata dan Smartfren. Menurutnya, aksi korporasi ini akan berdampak pada industri telekomunikasi Tanah Air yang semakin lebih baik dan sehat daripada sebelumnya.

“Isu ini sudah lama beredar soal kemungkinan merger. Seperti saya sudah sampaikan di berbagai kesempatan memang konsolidasi itu baik untuk industri dan masyarakat,” ujar Dian di acara halal bihalal media di XL Axiata Tower, Jakarta, Kamis (25/4).

Dia menegaskan, aksi merger tersebut merupakan ranah para pemegang saham, bukan kewenangan direksi. Hingga saat ini, keputusan untuk merger XL Axiata dan Smartfren belum tampak hilalnya.

“Belum ada kepastian untuk sekarang itu memang ranah pemegang saham. Jadi, belum ada hilalnya, kalau ada itu pun akan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selaku pelaku industri, konsolidasi itu buat sinergi industri lebih baik,” jelasnya.

Sebagai informasi, baik XL Axiata dan Smartfren merupakan operator seluler hasil bentukan penggabungan kedua perusahaan telekomunikasi.

Smartfren adalah hasil gabungan dari operator, yaitu Smart dan Fren. Keduanya sepakat menggunakan merek dagang dan logo baru bersama menjadi Smartfren pada 2010 silam.

Kemudian di 2014, XL Axiata mengakuisisi 100% saham Axis dengan nilai sekitar USD 865 juta atau Rp 8,6 triliun ketika itu. Adapun kini Axis menjadi brand di bawah XL.

Adapun merger terakhir di industri telekomunikasi terjadi antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia yang melahirkan Indosat Ooredoo Hutchison.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Smartfren (FREN) Jual Aset Data Center Rp 544 Miliar, Kenapa?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *