Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mencegah kredit macet. 

Direktur IT Timothy Utama mengatakan bahwa Bank Mandiri terus berinvestasi mendorong pertumbuhan bisnis melalui pengambilan keputusan berbasis data dan AI.

“Komitmen investasi infrastruktur yang mutakhir GPU NVIDIA big data dan pengembangan SDM unggul jumlah data scientist akan nambah jadi 190 orang untuk dukung implementasi AI,” katanya dalam paparan kinerja kuartal I 2024, Selasa (30/4/2024).

Hal itu, katanya dalam mengakselerasi mitigasi risiko dan pengembangan operasional hingga peningkatan produktivitas. Terkait mitigasi risiko, implementasi teknologi tersebut dapat mencegah 70% kualitas kredit konsumer memburuk dengan skema early warning system (EWS).

Adapun per Maret 2024, Bank Mandiri melaporkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross turun 68 basis poin (bps) menjadi 1,02% dari semula 1,70%.

Angka tersebut merupakan yang terendah di antara bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sebagai informasi angka kredit macet BNI, BTN dan BRI masing-masing berada di angka 2%, 3% dan 3,11%.

Perbaikan kualitas kredit terjadi tatkala seluruh segmen kredit Bank Mandiri mampu tumbuh dua digit. Hingga akhir Maret 2024, wholesale naik 25,2% yoy menjadi Rp 751 triliun dan kredit ritel naik 10,9% yoy menjadi Rp 363 triliun.

Selain kredit macet yang turun signifikan, kredit berisiko (loan at risk/LaR) Bank Mandiri juga ikut turun signifikan atau membaik menjadi 8,62% pada akhir kuartal-I 2024.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Top! 2 Direktur BMRI Ini Raih Sederet Apresiasi Bergengsi


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *