Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI membukukan laba bersih Rp 1,71 triliun pada kuartal I/2024, naik 17,07% secara tahunan (yoy). 

Mengutip laporan publikasi, Selasa (30/4/2024), pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 2,01% yoy menjadi Rp 4,38 triliun. Kemudian pendapatan dari penyaluran dana tumbuh 12,26% yoy mencapai Rp6,31 triliun.

Selain itu, anak usaha dari Bank Mandiri ini tercatat menurunkan nilai CKPN yang disisihkan menjadi Rp 541,31 miliar, turun 27,84% yoy.

Dari sisi fungsi intermediasi, pembiayaan BSI naik 15,92% yoy menjadi Rp 246,54 triliun. Alhasil, aset terkerek naik 14,25% yoy menjadi Rp 357,9 triliun dari sebelumnya Rp 313,25 triliun.

Dari sisi rasio kinerja, BSI tercatat mengalami sedikit penurunan kualitas aset. Hal itu tercermin dari rasio nonperforming financing (NPF) net yang naik dari 0,54% menjadi 0,55%.

Sementara itu, net imbalan (NI) BRIS menurun atau  jadi 5,38% dari sebelumnya 6,04%. Akan tetapi pada periode tiga bulan pertama 2024, BSI mengimbangi penurunan NI dengan rasio BOPO yang ditekan 71 basis poin menjadi 68,94%.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Bakal Muncul 2-3 Bank Syariah Baru, BSI Sambut Baik Ada ‘Lawan’


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *