Jakarta, CNBC Indonesia – Bankir menilai ketidakpastian ekonomi masih terjadi sepanjang kuartal 1 2024. Bahkan, penurunan suku bunga Fed Fund Rate diprediksi baru terjadi pada kuartal 4 tahun 2024.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) Heri Gunardi mengatakan, suku bunga The Fed masih akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal ini dipantik sejumlah sentimen global.

“Fed rate ini masih ada di 5,25-5,5%. Pelaku pasar prediksi penurnan paling cepat di kuartal 4-2024, sekitar November dan Desember,” ungkap Heri pada paparannya di Konferensi Press Kinerja Triwulan 1/2024, virtual, Selasa, (30/4/2024).

Meski demikian, Heri menilai perekonomian Indonesia cukup resilien. Hal ini bisa dilihat dari nilai tukar rupiah terhadap US Dolar yang lebih baik dibanding Vietnam dan Thailand. Diketahui, rupiah melemah terhadap doalr sebanyak 3,01% year to date (ytd). Di sisi lain, inflasi pun masih terjaga di level 3,05%.

Meski begitu, Heri Gunardi melihat peningkatan BI Rate menjadi 6,25% adalah hal yang tak terhindarkan. Meski demikian, ia mantap bahwa dampak kenaikan suku bunga ini tak serta merta berdampak pada tingkat suku bunga Dana Pihak Ketiganya (DPK).

“Peningkatan suku bunga ini ikut mengerek tingkat suku bunga DPK di perbankan, Tapi biasanya yang langsung terdampak itu deposito,” ujarnya.

BSI pun percaya diri bahwa dana murahnya cukup kuat dengan nominal lebih dari Rp120 triliun. Sehingga, ini menjadi modal dasarnya untuk terus mendukung pertumbuhan dari dana murah.

“Dari DPK, kita ingin tingkatkan low cost fund dari tabungan dan giro, dengan memperbaiki infrastruktur funding frenchise, dalam hal ni terkait payment mobile banking, qris dll itu jadi bagian untuk dukung pertumbuhan DPK,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Bos The Fed New York Soal Pemangkasan Suku Bunga: Prematur!


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *