Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Kamis (2/5/2024) setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed memutuskan menahan suku bunganya.

Nikkei 225 Jepang turun 0,70%, sedangkan Topix yang lebih luas merosot 0,4% di awal perdagangan.

Kospi Korea Selatan turun sekitar 0,1%, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi lebih kecil turun 0,1%. Investor menganalisis data harga konsumen dari Korea Selatan, yang menunjukkan kenaikan lebih lambat di bulan April dibandingkan bulan Maret.

Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,2%.

Sedangkan kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 17.460 atau menurun, setelah HSI sebelumnya ditutup pada 17.763.03.

Pergerakan bursa Asia yang mix ini terjadi pasca ketua The Fed Jerome Powell mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga, sehingga mengurangi kekhawatiran mengenai ketidakmampuan bank sentral mengendalikan inflasi.

Alhasil, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pinjaman jangka pendek dalam kisaran yang ditargetkan antara 5,25% dan 5,5%, sebuah langkah yang telah diantisipasi secara luas. Suku bunga dana federal telah berada pada level tersebut sejak Juli 2023.

Lebih lanjut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mengurangi laju penurunan kepemilikan obligasi di neraca The Fed, sebuah langkah yang dapat menandakan pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Iran-Israel Makin Panas, Bursa Asia Merah Membara


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *